IBX58914AD904CC3

Selasa, 17 Januari 2017

Filled Under: , , , ,

Memiliki Manfaat Untuk Kesehatan


Minum kopi sudah menjadi kegiatan sehari-hari yang tak pernah dilewatkan oleh banyak orang. 

Tetapi, apabila Anda tidak minum berlebihan sesuai dosisi yang disarankan, minum kopi justru memiliki manfaat untuk kesehatan. 

Karenanya, biji kopi mengandung tinggi kafein yang dapat merusak metabolisme bila dikonsumsi berlebihan. 

Tapi sebelumnya, ketahui dulu lima manfaat kopi bagi kesehatan yang harus Anda tahu, sebagaimana dilansir Mensfitness, Selasa (10/1/2017). 

Menurunkan risiko demensia Para peneliti menemukan, seseorang yang minum kopi sekira tiga sampai lima cangkir dalam sehari, dapat menurunkan risiko demensia dan alzheimer sekira 65 persen. 

Karena itu, ekstrak biji kopi dapat mencegah penuaan otak yang dapat dialami siapa saja di usia berapapun. 

Melindungi sistem kardiovaskular Tahukah Anda, hanya dengan minum satu atau dua cangkir kopi per hari, Anda dapat mengurangi risiko menderita penyakit kardiovaskular. 

Menurut sebuah penelitian di Jepang yang melibatkan lebih dari 76.000 peserta menyebutkan, pria mengonsumsi satu hingga dua cangkir kopi setiap hari, mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebanyak 38 persen. 

Mencegah diabetes Pada tahun 1986 dan 1998, peneliti Harvard meneliti orang-orang yang mengonsumsi kopi dan dikaitkan dengan risiko diabetes. 

Rupanya hasil penelitian menyebutkan, seseorang yang minum kopi, terutama pria lebih mudah mencegah risiko diabetes tipe 2 yang dipengaruhi oleh gaya hidup tidak sehat. 

Mengurangi rasa nyeri Peneliti Norwegia mengamati 48 orang yang bekerja kantor dan mereka punya kebiasaan minum kopi. 

Temuan membuktikan, bahwa setiap pekerja yang rutin minum kopi setiap hari dapat mengurangi rasa nyeri otot akibat lelah, jarang bergerak dari meja kantor, dan masalah lainnya yang mengakibatkan nyeri tubuh. 

Menurunkan berat badan Wow, mengejutkan! Para peneliti menemukan bahwa peserta dalam penelitian yang diberi ekstrak biji kopi hijau telah mengalami penurunan berat badan yang signifikan dengan 37,5 persen. 

Responden yang terlibat dalam penelitian itu adalah orang-orang pre-obesitas yang berisiko tinggi menderita penyakit tidak menular di kemudian hari. Menarik bukan?

0 komentar:

Posting Komentar