Selasa, 17 Januari 2017

, ,

Tips agar Gigi Anak tetap Sehat



Gigi susu bukan berarti tidak harus dirawat. 

Karena lebih cepat mengalami kerusakan yang membuat si kecil ompong. 

Maka seorang ibu harus jeli melakukan perawatan gigi anak agar tetap sehat.

Berikut lima caranya, dilansir WebMD, Selasa (17/1/2017). 

Memeriksakan gigi rutin Setiap enam bulan sekali ajak si kecil untuk berkunjung ke dokter gigi. 

Hal ini dilakukan untuk melihat kondisi gigi anak, karena mungkin ada salah satu masalah yang nantinya merusak kesehatannya. 

Ajarkan kebiasaan menyikat gigi Menyikat gigi penting dilakukan agar menjaga kebersihan gigi anak. Bisa jadi si kecil mengalami gusi bengkak atau bahkan gigi berlubang karena makanan yang dia konsumsi setiap hari. 

Minimal sikat gigi dilakukan dua kali sehari untuk mencegah datangnya kuman.

Begitu juga pada bayi, giginya harus dibersihkan dengan kain lap air hangat setiap hari.   

Hindari penggunaan botol dot Sejak bayi hindari penggunaan botol dot agar kesehatan giginya tetap terjaga. 

Apalagi kalau minuman yang disajikan termasuk jus, susu formula, atau beberapa minuman lain yang cepat mengikis gigi. 

Gigi si kecil bisa terkikis akibat pengaruh bakteri yang berkembang di dalamnya. 

Hindari minuman manis Rata-rata minuman manis lebih cepat mengikis gigi. 

Termasuk pilihannya susu, jus dengan gula, permen, coklat, dan yang lainnya.

Kalaupun memang Anda memberikannya, suruh si kecil gosok gigi agar tetap bersih. 

Bersihkan alat minumnya Anak-anak pasti suka minum dari gelas sippy cup. Setelah memberikan minuman dengan gelas tersebut bersihkan giginya. 

Bahkan, setelah cangkirnya digunakan Anda juga harus membersihkan untuk mencegah kerusakan gigi depan.
, , , ,

Memiliki Manfaat Untuk Kesehatan


Minum kopi sudah menjadi kegiatan sehari-hari yang tak pernah dilewatkan oleh banyak orang. 

Tetapi, apabila Anda tidak minum berlebihan sesuai dosisi yang disarankan, minum kopi justru memiliki manfaat untuk kesehatan. 

Karenanya, biji kopi mengandung tinggi kafein yang dapat merusak metabolisme bila dikonsumsi berlebihan. 

Tapi sebelumnya, ketahui dulu lima manfaat kopi bagi kesehatan yang harus Anda tahu, sebagaimana dilansir Mensfitness, Selasa (10/1/2017). 

Menurunkan risiko demensia Para peneliti menemukan, seseorang yang minum kopi sekira tiga sampai lima cangkir dalam sehari, dapat menurunkan risiko demensia dan alzheimer sekira 65 persen. 

Karena itu, ekstrak biji kopi dapat mencegah penuaan otak yang dapat dialami siapa saja di usia berapapun. 

Melindungi sistem kardiovaskular Tahukah Anda, hanya dengan minum satu atau dua cangkir kopi per hari, Anda dapat mengurangi risiko menderita penyakit kardiovaskular. 

Menurut sebuah penelitian di Jepang yang melibatkan lebih dari 76.000 peserta menyebutkan, pria mengonsumsi satu hingga dua cangkir kopi setiap hari, mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebanyak 38 persen. 

Mencegah diabetes Pada tahun 1986 dan 1998, peneliti Harvard meneliti orang-orang yang mengonsumsi kopi dan dikaitkan dengan risiko diabetes. 

Rupanya hasil penelitian menyebutkan, seseorang yang minum kopi, terutama pria lebih mudah mencegah risiko diabetes tipe 2 yang dipengaruhi oleh gaya hidup tidak sehat. 

Mengurangi rasa nyeri Peneliti Norwegia mengamati 48 orang yang bekerja kantor dan mereka punya kebiasaan minum kopi. 

Temuan membuktikan, bahwa setiap pekerja yang rutin minum kopi setiap hari dapat mengurangi rasa nyeri otot akibat lelah, jarang bergerak dari meja kantor, dan masalah lainnya yang mengakibatkan nyeri tubuh. 

Menurunkan berat badan Wow, mengejutkan! Para peneliti menemukan bahwa peserta dalam penelitian yang diberi ekstrak biji kopi hijau telah mengalami penurunan berat badan yang signifikan dengan 37,5 persen. 

Responden yang terlibat dalam penelitian itu adalah orang-orang pre-obesitas yang berisiko tinggi menderita penyakit tidak menular di kemudian hari. Menarik bukan?
, ,

Kekurangan Sinar Matahari Bisa Sebabkan


Depresi bisa menimpa siapa saja dan penyebabnya bisa banyak. Salah satunya, Anda kekurangan sinar matahari. 

Sering merasa suasana hati Anda terganggu dan cepat merasa lelah? Bisa jadi Anda kekurangan sinar matahari. 

Penelitian baru-baru ini menemukan bahwa terdapat hubungan antara sinar matahari terhadap kesehatan mental. 

Sebanyak 16.000 data dari universitas Brigham dikumpulkan untuk keperluan penelitian.

Data-data tersebut diisi oleh setiap orang selama enam tahun dan berisikan mengenai informasi cuaca tempat dimana para subjek penelitian tinggal. 

Dalam kesimpulannya, didapatkan bahwa hanya faktor lama paparan sinar mataharilah yang paling signifikan dalam menyebabkan gangguan emosi. 

Hubungan antara sinar matahari, vitamin D, dan depresi Di Amerika sendiri, diperkirakan kurang lebih 20% penduduknya mengalami Seasonal Affective Disorder (SAD), gangguan ini merupakan gangguan kelelahan atau depresi yang biasa terjadi pada musim dingin. 

Yang membedakan SAD dengan depresi biasa adalah pada SAD, seseorang dapat tidak mengalami gejala sama sekali di musim semi dan musim panas. 

Sinar matahari juga mengatur irama sirkadian dalam tubuh dan jam biologis manusia. 

Sistem tubuh manusia, lewat mata dan kulit, mendeteksi sinar di lingkungan dan menyesuaikannya dengan sistem hormon agar dapat berfungsi sesuai dengan waktu dan tepat dimana manusia tersebut berada. 

Di negara dengan empat musim, para peneliti menemukan bahwa saat musim dingin dan musim gugur di mana siang hari menjadi lebih pendek, angka kejadian depresi akan meningkat. 

Para peneliti juga menekankan bahwa dibutuhkan penelitian lebih banyak untuk mengevaluasi faktor-faktor lain yang berhubungan seperti asupan vitamin D dan waktu yang sebenarnya dihabiskan di luar ruangan. 

Seperti yang telah diketahui, paparan sinar matahari akan mengoptimalkan produksi vitamin D dalam tubuh manusia. 

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa asupan vitamin D di bawah 20ng/ml dapat meningkatkan risiko depresi sebanyak 85% dibandingkan dengan mereka yang mendapat asupan vitamin D lebih dari 30 ng/ml. 

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa penambahan asupan vitamin D melalui suplemen dapat membantu meringankan gejala depresi. 

Pengaruh sinar matahari terhadap mood Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Dermato-Endocrinology, sejumlah besar molekul (chromophore) yang terdapat pada berbagai lapisan kulit dapat menyerap dan berinteraksi dengan sinar ultraviolet, menghasilkan efek yang kompleks dan sinergis. 

Hasil interaksi dapat mempengaruhi kesehatan fisik Anda dengan cara mencegah penyakit, dan juga dapat memengaruhi suasana hati dan kesehatan mental Anda. 

Sinar matahari mempengaruhi irama sirkadian Anda, dan terapi sinar sudah terbukti efektif dalam mengangani depresi. 

Saat gelap, kadar melatonin dalam tubuh Anda akan meningkat, hal ini lah yang menyebabkan Anda akan lebih merasa cepat lelah setelah matahari terbenam. 

Selain itu, sinar ultraviolet juga menstimulasi sel yang disebut keratinosit pada kulit untuk membuat beta-endorphins, hormon yang membuat suasana hati Anda menjadi lebih baik. 

Hormon lain, yaitu serotonin juga bereaksi terhadap sinar matahari, hormon ini dapat membantu meningkatkan energi dan mood Anda. 

Cara lain mengatasi depresi Cahaya atau paparan sinar matahari dapat menjadi faktor utama dalam menghadapi depresi, namun Anda juga dapat meningkatkan suasana hati Anda dengan cara: 

Berolahraga: Aktivitas fisik yang rutin dapat diketahui dapat menjadi obat yang lebih manjur daripada anti-depresan. 

Olahraga membantu menormalkan kadar insulin serta meningkatkan hormon yang membuat Anda merasa nyaman. 

Tidur lebih awal: Depresi diketahui berhubungan juga dengan kurangnya waktu tidur. 

Secara umum, seseorang membutuhkan waktu tidur kurang lebih selama delapan jam dalam satu hari. 

Hindari makanan olahan: Makanan olahan yang mengandung gula olahan dan bahan kimia sintetis diketahui dapat mempengaruhi fungsi otak dan kesehatan mental seseorang. 

Basakan untuk selalu mengonsumsi makanan segar sebanyak mungkin untuk menjaga kondisi kesehatan Anda. 

Perbanyak konsumsi omega-3 dari hewan: Omega-3 mungkin merupakan zat gizi terpenting dalam menjaga fungsi otak. 

Sebuah penelitian memperlihatkan bahwa orang yang memiliki kadar omega-3 rendah cenderung dapat mengalami depresi di kemudian hari.
, ,

Memiliki Sahabat Menyehatkan


Sangat Beruntung bagi Anda yang mempunyai banyak sahabat. 

Tidak hanya memperpanjang umur, tetapi kehadiran sahabat bisa membuat Anda jarang sakit. 

Manusia adalah makhluk sosial. Dan sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendiri. Manusia membutuhkan kebersamaan dalam hidup. 

Persahabatan merupakan salah satu wujud dari citra manusia sebagai makhluk sosial. 

Selain memberikan manfaat dalam bentuk kebahagiaan, persahabatan juga memiliki dampak pada kesehatan. Bahkan, memiliki sahabat juga akan membantu Anda untuk bertahan hidup lebih lama.

Berdasarkan sebuah studi, penderita kanker ovarium yang memiliki banyak teman akan mendapatkan manfaat dari kemoterapi lebih efektif dibanding yang tidak; karena pertemanan akan memberikan dukungan sosial yang besar bagi seseorang yang sedang sakit. 

Selain itu, studi lain juga menemukan bahwa orang dengan sedikit teman cenderung akan meninggal lebih cepat setelah mengalami serangan jantung daripada orang dengan pertemanan yang kuat. 

Bagaimana dengan orang yang suka menyendiri? Apakah mereka akan berisiko untuk terserang penyakit atau terjerumus ke hal-hal yang buruk? Jawabannya, bisa saja. 

Karena faktanya, penggunaan narkoba di kalangan anak muda lebih sering dialami oleh orang-orang yang mengatakan bahwa mereka kesepian. 

Dalam sebuah studi juga ditemukan bahwa orang yang tidak memiliki jaringan sosial yang baik dan mengaku kesepian akan memiliki respons imun yang rendah. 

Mereka juga cenderung memiliki kadar hormon stres yang tinggi dalam darah mereka. 

Apa saja efeknya pada tubuh jika Anda punya sahabat? Berikut adalah beberapa bukti akan manfaat pertemanan bagi kesehatan Anda: 

1. Jarang sakit Dalam sebuah studi ditemukan bahwa orang dengan hubungan sosial yang lebih beragam dan kuat, tidak mudah terserang pilek daripada mereka yang secara sosial terisolasi. 

2. Tidur Anda akan lebih nyenyak Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Chicago, rasa kesepian akan membuat Anda tidur dalam keadaan gelisah sehingga membuat Anda akan lebih sulit tidur. 

Sebaliknya, orang yang memiliki hubungan sosial yang kuat justru akan lebih mudah untuk dapat tidur dengan nyenyak. 

3. Mempertajam pikiran Anda Menurut beberapa penelitian, memiliki hubungan sosial yang kuat dapat mengurangi risiko penurunan kognitif. 

4. Memperpanjang hidup Anda Orang-orang yang memiliki hubungan sosial yang kuat cenderung akan meninggal sebelum waktunya dari orang-orang yang terisolasi (suka menyendiri). 

Bahkan, menurut sebuah studi, efek dari adanya hubungan sosial atau pertemanan yang baik pada kehidupan adalah dua kali lebih kuat seperti manfaat dari berolahraga, dan berhenti merokok. 

Selain itu, orang dewasa dengan dukungan sosial yang kuat memiliki penurunan risiko berbagai masalah kesehatan yang signifikan, termasuk depresi, tekanan darah tinggi dan indeks massa tubuh yang tidak sehat. 

Studi bahkan menemukan bahwa orang dewasa yang lebih tua dengan hubungan sosial yang kuat cenderung hidup lebih lama daripada rekan-rekan mereka dengan lebih sedikit. 

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Brigham Young pada  2010 telah membuktikan adanya hubungan antara hubungan sosial dan risiko kematian. 

Pada studi tersebut mereka menemukan bahwa orang yang memiliki hubungan sosial atau jalinan pertemanan yang kuat akan memiliki peningkatan kelangsungan hidup 50% lebih tinggi dari waktu ke waktu dibandingkan dengan orang dengan hubungan sosial atau jalinan pertemanan yang lemah atau tidak ada. 

5. Melawan stres Teman akan membantu Anda dalam melalui masa-masa sulit.

Teman akan selalu berada di dekat Anda, mendengarkan keluh kesan Anda, atau bahkan akan memberikan solusi atas kesulitan yang Anda hadapi. 

Hal tersebut dapat membantu Anda dalam mengurangi beban tantangan kehidupan.

 6. Membuat Anda lebih bahagia Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti Harvard menemukan bahwa orang-orang yang paling ‘terhubung’ atau memiliki hubungan sosial yang kuat adalah termasuk orang yang paling bahagia. 

Dengan kata lain, orang-orang yang memiliki kontak sosial yang lebih cenderung lebih bahagia. 

Teman akan membantu Anda menikmati momen sehari-hari sehingga akan meningkatkan kebahagiaan Anda.
, ,

Sakit Kepala Migrain Bisa Sebabkan STROKE


Anda sering menderita sakit kepala migrain? Jika ya, maka Anda perlu mewaspadai serangan stroke!

Sebuah studi telah menyatakan, migrain bisa menjadi indikator seseorang lebih berisiko untuk menderita stroke.

Hal ini disebabkan oleh terhambatnya aliran darah ke otak. Migrain biasanya seperti sakit kepala sedang atau berat yang dirasakan sebagai nyeri berdenyut pada satu sisi kepala.

Banyak orang juga merasakan gejala seperti mual, muntah dan peningkatan sensitivitas terhadap cahaya atau suara.

Lebih lanjut, ada berbagai jenis migrain, namun para ahli mengatakan, migrain dengan aura paling dihubungkan dengan risiko stroke.

Sementara itu, para peneliti di Harvard Medical School di Amerika Serikat mengatakan, migrain harus diperhitungkan ketika dokter bedah menilai pasien berisiko stroke.

Dalam penelitian yang diterbitkan di British Medical Journal ini meneliti data 124.558 pasien bedah di Massachusetts General Hospital dan 2 rumah sakit komunityas dari Januari 2007 sampai Agustus 2014.

Sekira 10.000 diketahui menderita migrain, 12,6 persen dari mereka menderita migrain dengan aura.

Sementara, dari 124.558 pasien, 771 pasien mengalami stroke. Para peneliti menemukan, pasien dengan migrain mengalami peningkatan risiko stroke saat operasi.

Mereka mengatakan, 1,4 stroke akan terlihat untuk setiap 1.000 pasien bedah. Risiko ini meningkat menjadi 4,3 untuk setiap 1.000 pasien dengan diagnosis migrain-3,9 untuk migrain tanpa aura, dan 6,3 untuk migrain dengan aura.

Para peneliti juga menemukan, pasien yang menderita migrain lebih mungkin untuk kembali ke rumah sakit.

"Mengingat tingginya prevalensi migrain pada populasi, asosiasi stroke iskemik migrain-perioperatif membawa kepentingan kesehatan masyarakat.

Dokter harus menyadari peningkatan risiko perioperatif, terutama pada pasien dengan migrain yang hadir tanpa faktor risiko stroke," jelas para peneliti yang dikutip Express, Selasa (17/1/2017).

Untuk diketahui, stroke adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan pengobatan segera.

NHS Choices mengatakan, penyebab pasti tidak diketahui, tetapi para profesional kesehatan percaya hasil dari aktivitas otak yang abnormal memengaruhi sinyal saraf, bahan kimia dan pembuluh darah di otak.
, ,

Selamat Jalan Oon Project


Grup musik parodi Project Pop kehilangan salah seorang personilnya Mochamad Fachroni atau akrab disapa Oon yang meninggal dunia Jumat, 13 Januari 2017 pagi karena penyakit gula.

Menurut teman sekelas Oon di SMP Negeri 3 Bandung, Ratu Tanty Ch, Oon telah terkena penyakit diabetes sejak setahun belakangan ini. 

Dihubungi ANTARA News, Jumat siang, Tanty mengatakan bahwa penyakit gula yang diderita Oon itu merupakan keturunan. 

"Oon anak bungsu dari enam bersaudara. Empat dari enam bersaudara itu terkena diabetes. 

Kakak pertama Oon meninggal beberapa tahun lalu karena diabetes juga," ujar Tanty.

Tanty mengatakan saat mengikuti reuni SMP tahun lalu, Oon masih tampak segar, namun saat acara buka puasa bersama Ramadan lalu, Oon mulai nampak tidak sehat. 

"Jalannya sudah ditarik," kata dia. 

"Terakhir buka puasa bersama berat badannya sudah turun. 

Pas lebaran sudah kelihatan banget. 

Sebelum lebaran sempat operasi mata," kata Tanty.

Lebih lanjut, Tanty mengatakan, kadar gula yang terlalu tinggi dalam tubuh lulusan SMA Negeri 5 Bandung dan alumni Universitas Parahyangan itu sampai mengganggu fungsi ginjal. 

"Terakhir fungsi ginjal 30 persen. Gula yang terlalu tinggi membuat organ tubuh rusak, kena jantung juga," kata Tanty.

Penyakit gula yang menggrogoti tubuh Oon tersebut mengharuskan Oon untuk cuci darah. 

"Sempat cuci darah satu minggu dua kali. 

Beberapa minggu terakhir bolak balik cuci darah, dia sudah tidak dirawat di Rumah Sakit," ujar Tanty.

Oon juga harus menjalani penarikan cairan, karena air yang dikeluarkan dalam tubuh tidak banyak. 

"Terakhir bertemu bulan lalu dia sudah tidak banyak bercerita, tidak banyak bergerak, terlentang di kasur, badannya seperti luka bakar. 

Sudah enggak tega banget lihatnya," kata Tanty dengan suara bergetar, terhenti sesaat. 

"Sampai akhirnya tadi istrinya jam 5 subuh telepon kalau Oon sudah enggak ada," kata dia. *

, ,

Tips agar Rambut Tetap Sehat


Jangan pikir karena pria kebanyakan berambut pendek, maka tak perlu mendapatkan perawatan khusus. 

Kendati pria kebanyakan tak memakai produk perawatan rambut, paling tidak perhatikan empat hal berikut ini demi kesehatan rambut Anda. 

Simak ulasannya berikut sederet perawatan rambut yang tepat bagi pria, mulai dari membilas sampo sampai bersih hingga jangan terlalu sering keramas; 

Tak membilas sampo sampai bersih Karena terlalu terlalu cuek atau mungkin merasa bilasannya telah bersih seringkali tak membilas sampo dengan bersih. 

alhasil, residu sampo tertinggal di kulit kepala dan menyebabkan ketombe.

Rambut basah saat di styling Wax atau pomade merupakan beauty item yang menjadi andalan pria. 

Jika ingin styling rambut pastikan rambut telah benar-benar kering, ini dilakukan selain untuk menjaga kesehatan rambut, juga akan membuat tatanan rambut. 

Memilih gaya rambut yang salah Ini juga yang kerap dilakukan oleh pria, memilih gaya rambut yang salah. 

Cocokkan gaya rambut dengan bentuk wajah, jenis rambut, kepribadian, gaya hidup dan juga gaya Anda secara keseluruhan. 

Menggaruk kulit kepala saat keramas Yang tepat adalah memijatnya dengat lembut. 

Jangan menggaruk karena akan menyebabkan iritasi pada kulit kepala dan batang rambut mudah rapuh sehingga membuatnya mudah rontok. 

Keramas terlalu sering Frekuensi mencuci rambut tergantung pada jenis rambut, kualitas rambut, seberapa kotor rambut Anda. Jika bersih, mencucinya dua hari sekali masih bisa dilakukan. 

Demikian dilansir TimesofIndia, Selasa (17/1/2016).

What's Trending?

Text Widget 2

Diberdayakan oleh Blogger.